Aku senang dengan hujan panas. Hujan yang mengundang pelangi datang bersinar di langit yang biru. Yang datangnya tanpa di undang langsung membasahi tanah yang gersang. Pulangnya juga tidak di antar. Aku senang dengan hujan, dia selalu menemani hari-hari ku. Sifatnya yang datang lalu pergi, terkadang membuat diriku kesal. Karena baru beberapa saat melihat pelangi yang indah berwarna di langit biru dan langsung menghilang saat hujan itu pulang.
Setiap kali hujan panas datang, aku selalu berlari keluar rumah dan melihat pelangi. Walaupun terkadang ibu memarahi ku. Kata ibu hujan panas bisa buat kita demam, flu, dan lain-lain. Yaa benar! Aku sendiripun pernah merasakannya. Waktu itu aku yang ingin pulang kerumah kehujanan, dan hujan itupun hujan panas yang membuat aku demam tinggi dan flu. Tapi, walaupun begitu aku tak pernah benci akan hujan karena hujan adalah rezeki yang di turunkan oleh Allah.
Mengapa hujan itu termasuk rezeki? Karena jika tiada hujan semua tanaman akan mati, dan jika tiada hujan mungkin semua pohon juga tidak bisa hidup. Maka karena itu, jangan pernah membenci hujan karena jika tiada hujan dunia bagaikan tanah tanpa air.
Setiap kali hujan datang, ibu ku hanya tersenyum lebar melihat aku yang hanya duduk di sofa dan membaca buku. Waktu itu aku saat gemar dengan buku LASKAR PELANGI. Waktu itu aku hanya gemar membaca tapi tidak dengan menulis, tapi alhamdulillah sekarang aku jadi gemar menulis. Aku yang dulu suka keluyuran dan tidak pernah ingin belajar, bahkan jika aku kesekolah, aku sering bolos. Tapi ayahlah yang menyadarkan dan membangunkan aku dari tidur ku yang sangat lelap.
Karena ayahlah aku sadar, bahwa pelangi' takan indah jika tiada hujan. Kata-kata ayah itulah yang membuat aku ingin bangun dari tidur ku. Aku tahu maksud dari perkataan ayah itu, kata ayah pelangi takan indah jika tiada hujan. Kata-kata ayah itu selalu teringat di pikiranku. Setiap kali hujan datang, saat itu juga kata-kata ayah teringat di pikiranku.
Waktu itu ayah jatuh sakit. Dia hanya berpesan kepadaku.
"Safa kamu harus selalu belajar tanpa ada kata malas." kata ayah
***
Waktu itu aku yang menduduki kelas 2 SMA, sempat terhasut oleh teman-teman yang menjerumuskan aku kedalam pergaulan bebas. Aku yang dulunya tak pernah meninggalkan salat,kini tak sudi lagi menginjakkan kaki ku yang indah ini di kain sajadah.
***
"Safa kamu mau ngak? Aku kenalin ke temen aku?" kata Rina
"Temen yang mana ya Rin?" jawabku
"Ntar aku pangilin dlu orangnya. Bii ayo sini!" kata Rina
"Iya ada apa Rin?" kata Tobi
"Ni kenalin temen aku namanya Safa." kata Rina
"Wahh cantik banget!" kata Tobi
"Kenalin aku Tobi nama kamu siapa?" kata Tobi
"Nama aku Safa." jawab ku
"Jutek amat." kata Tobi
"Kamu sekolah dimana Safa?" tanya Tobi
"SMA Garuda." jawab ku
"Ohhhok!" jawab Tobi
"Kita ngobrol disitu aja yuk!" kata Tobi
"Boleh." jawab ku
"Rin aku kesana dulu ya!" kata ku
"Dimana Tobi?" tanyaku
"Di taman aja. Ayo duduk di situ aja!" kata Tobi
"Boleh." jawab ku
"Jadi kamu asli anak mana?" tanya Tobi
"Aku Yogyakarta tapi sekarang tinggal di sini." jawab ku
"Oh gitu." kata Tobi
"Terus udah punya pacar belum?" tanya Tobi
"Aku single." jawab ku
"Ohh bagus dong kalo gitu. Terus kamu mau ngak jadi pacar aku?" tanya Tobi
"Hmmmmmm." jawab ku
(Hujan panaspun mulai turun. Tik,tik,tik suara atap di taman. Tepatnya tempat yang aku duduki. Kata-kata ayah kembali teringat di pikiranku.)
"Gimana Fa? Kamu mau ngak jadi pacar aku?" tanya Tobi sekali lagi
"Hmmm. Sory Bi aku ngak bisa! Aku masih pengen serius dalam dunia sekolah dan karier." jawab ku
"Tapi Faa? Aku janji ngak bakalan gangguin kamu dalam berkarier." kata Tobi
"Sory sekali lagi Bii aku ngak bisa! aku udah punya prinsip hidup. Kalo aku belum sukses dalam berkarier aku ngak bakalan pacaran." jawab ku
"Tapi Faa? Aku udah lama nyimpan perasaan ke kamu. Sebenarnya aku Muhammad Tobi Rama, kakak kelas kamu. Aku juga yang pernah minta nomor telepon kamu tapi kamu ngak ngasi." jawab Tobi
"Jadiii' kamu Tobi Rama? Yang paling di kagumi cewek-cewek di sekolah?" tanya ku
"Yaah kamu bener! Itu aku. Tapi asal kamu tahu waktu kamu mendaftar buat masuk ke sekolah SMA Garuda, aku jatuh cinta saat pandangan pertama. Jadi aku minta tolong ke Rina buat kenalin aku sama kamu." jawab Tobi
(Perlahan-lahan hujan mulai reda tapi aku tetap ke prinsip awal ku itu. Sukses dalam berkarier itu yang paling utama!)
"Sekali lagi maaf aku ngak bisa! Kamu cari cewek lain aja." kata ku
"Tapi Faa? Aku cintanya ke kamu!!! Aku ngak bisa ngebohongin perasaan ku." jawab Tobi
"Sory aku ngak bisa." jawab ku
"Tapiii! Okk aku janji aku bakalan nungguin kamu sampe kamu mau nerima aku buat jadi pacar kamu. Aku janji!" kata Tobi
"Udah selesai Fa? Bi? Bentar lagi udah mau hujan lagi." kata Rina
"Udahh kok!" jawab ku
"Tobi aku duluan ya, aku masih ada urusan soalnya" kata ku
"Aku temenin ya Fa!" kata Tobi
"Ngak usah, aku bisa sendiri kok!" jawab ku
"Yaudah kalo gitu." kata Tobi
"Aku duluan ya!" jawab ku
Saat itu aku dan Tobi tak pernah bertemu lagi. 1 tahun sudah berlalu, dan tibahlah di mana hari kelulusan ku. Waktu itu ayah kembali jatuh sakit. Disisi lain aku bahagia karena aku lulus, tapi disisi lain aku sedih karena ayah kembali sakit. Tobi yang ternyata sekarang telah menjadi dokter di sebuah rumah sakit di mana di situ ayah ku di rawat.
Waktu itu jam menunjukkan pukul 07.00 ayah ku di periksa oleh dokter Tobi. Tapi mirisnya dokter Tobi tak mengenali ku lagi. Wajah dokter itu mirip sekali dengan Tobi yang cintanya pernah ku tolak. Tapi aku tak menyesal dengan semua itu. Waktu yang sudah berlalu biarlah berlalu. (Hujan pun mulai turun). Tik,tik,tik suara atap rumah sakit. Saat ayah memanggil nama ku yaitu Safa, dokter Tobi yang sedang memeriksa ayah tiba-tiba terdiam. Diapun menghampiri diriku.
"Apakah kau Safa Adelia?" tanya dokter itu
"Yaa benar itu aku. Kamu juga Muhammad Tobi Rama kan?" jawab ku
"Alhamdulillah!!! Tuhan itu adil, akhirnya aku bisa bertemu kamu lagi. Terus gimana kabar kamu? Setelah sekian lama menghilang tanpa kabar." tanya dokter Tobi
"Aku baik. Terus kamu gimana kabarnya?" jawab ku
"Seperti yang kamu lihat." jawab dokter Tobi
"Oh iya." kata ku
"Terus gimana sama sekolah dan karier kamu?" tanya dokter Tobi
"Aku udah lulus sekolah 2 tahun lalu. Soal karier aku sii sekarang lagi ikut tes tentara dan kuliah di jurusan kedokteran." jawab ku
"Wahhh hebat dong kalo gitu! Berarti kamu sekarang udah sukses dalam dunia karier dong. Jadi kamu mau ngak sekarang buat jadi pacar aku?" kata dokter Tobi
"Hmmm." kata ku
"Terus gimana kabarnya Rina?" tanya ku
"Semenjak kamu nolak aku, aku sadar bahwa cita-cita lebih penting dari bercinta. Semenjak itu juga aku udah ngak tahu kabarnya Rina soalnya pas kamu nolak aku, aku kuliah di London buat nyelesain S3 di sana." kata dokter Tobi
"Ohh gitu."
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar